Ringkasan Cepat:
- Islam Makhachev menang angka mutlak atas Ian Machado Garry di UFC 330, mengunci kemenangan beruntun ke-17 di UFC.
- Rekor lama milik Anderson Silva (16 kemenangan beruntun, 2006–2013) resmi terlampaui setelah bertahan 13 tahun.
- Makhachev kini jadi salah satu dari lima petarung yang berhasil mempertahankan gelar juara di dua kelas berbeda dalam sejarah UFC.
Philadelphia, 28 Agustus 2026 — Islam Makhachev mengukuhkan diri sebagai petarung dengan rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah UFC usai mengalahkan Ian Machado Garry lewat keputusan bulat di UFC 330, mempertahankan gelar welterweight sekaligus melewati rekor 16 kemenangan beruntun milik Anderson Silva.
Mengapa Ini Penting?

Rekor yang dipecahkan Makhachev bukan sembarang angka. Anderson Silva membangun rentetan 16 kemenangan itu sepanjang 2006 hingga 2013, era ketika ia dianggap juara middleweight paling dominan yang pernah ada. Rekor tersebut bertahan selama 13 tahun sebelum akhirnya tumbang di UFC 330: Makhachev vs Ian Garry pada 15 Agustus 2026 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia.
Kemenangan ini membuat catatan MMA Makhachev menjadi 29-1, dengan satu-satunya kekalahan terjadi pada 2015 di laga UFC keduanya. Ia juga menjadi petarung kelima dalam sejarah UFC yang sukses mempertahankan gelar juara di dua divisi berbeda — lightweight dan welterweight — setelah sebelumnya menguasai kelas lightweight sebelum naik kelas.
Dewan juri memberi skor identik 49-46, 49-46, dan 48-47, semuanya untuk Makhachev. Petarung asal Dagestan itu unggul lewat kontrol gulat di ronde pembuka, lalu menjatuhkan Garry dengan tendangan kepala di ronde kedua. Garry sempat bangkit di ronde ketiga dengan tendangan tubuh dan kaki yang tajam, namun Makhachev kembali mengambil alih kendali di ronde-ronde akhir untuk mengamankan kartu skor.
“Ini pertarungan yang bagus, lawan yang bagus, dan sekarang tidak ada lagi Anderson Silva.”
— Islam Makhachev, Juara Welterweight UFC, konferensi pers pasca-laga UFC 330
Reaksi dan Dampak

Garry, yang turun peringkat menjadi 17-2 usai kekalahan ini, tetap tampil sportif meski gagal merebut gelar. Dalam pernyataan video di media sosial, petarung asal Irlandia itu mengaku bangga meski kalah dari salah satu petarung terbaik yang pernah ada di kelasnya.
“Malam ini bukan malam saya, tapi saya tampil bagus. Islam memang lebih baik dari saya malam ini, dan itu tidak apa-apa.”
— Ian Machado Garry, pernyataan di Instagram usai laga
Presiden UFC Dana White justru mengkritik pendekatan Garry di ronde ketiga yang dinilai terlalu memberi respek kepada Makhachev alih-alih mengejar habis-habisan saat sang juara terlihat kelelahan. Di sisi lain, kubu Makhachev — yang merupakan bagian dari tim latihan Khabib Nurmagomedov dan mendiang pelatih Abdulmanap Nurmagomedov — melihat momen ini sebagai kelanjutan warisan sekolah gulat Dagestan yang terus melahirkan petarung elite.
Dampaknya juga terasa di luar oktagon. Makhachev disebut kini semakin sulit dibantah statusnya sebagai petarung pound-for-pound terbaik dunia versi berbagai analis, sekaligus memperkuat posisi tawar untuk laga-laga besar berikutnya, termasuk rumor pertarungan lawan Conor McGregor yang berencana comeback ke oktagon.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| Ronde 1 | Makhachev langsung menjatuhkan Garry lewat takedown pertama | ESPN |
| Ronde 2 | Makhachev menjatuhkan Garry dengan tendangan kepala saat keluar dari clinch | Yahoo Sports |
| Ronde 3 | Garry bangkit lewat tendangan tubuh dan serangan kaki, sempat unggul poin | CBS Sports |
| Ronde 5 | Makhachev kembali dapatkan takedown penentu dan kuasai punggung Garry | UFC.com |
| Pasca-laga | Juri sepakat beri kemenangan angka mutlak untuk Makhachev, 17-1 di UFC | Wikipedia (UFC 330) |
Apa Selanjutnya?

Makhachev sendiri belum berniat berhenti di angka 17. Dalam sesi wawancara pasca-laga, ia menegaskan targetnya adalah menambah jumlah kemenangan beruntun itu secepat mungkin mengingat usianya yang sudah menginjak 34 tahun.
“Nanti minimal jadi 20 kemenangan.”
— Islam Makhachev, wawancara pasca-laga bersama MMA Junkie
Sejumlah nama disebut sebagai calon penantang gelar welterweight berikutnya, mulai dari Shavkat Rakhmonov yang masih tak terkalahkan, Michael Morales dengan pukulan keras, hingga Carlos Prates yang dikenal sebagai penembak jitu di kelas tersebut. Sementara di kelas lightweight yang ia tinggalkan, persaingan gelar juga terus bergerak usai Justin Gaethje merebut sabuk lightweight dari Ilia Topuria, membuka kemungkinan skenario unifikasi jika Makhachev suatu saat kembali turun kelas.
Belum ada konfirmasi resmi tanggal maupun lawan untuk laga berikutnya Makhachev per artikel ini diterbitkan. Publik dan media MMA disarankan memantau pengumuman resmi UFC untuk kepastian jadwal.
Artikel ini ditulis oleh Tim Redaksi, radiowar.id.